Tulisan Terakhir

Permainan tradisional yang satu ini juga menjadi khas Nusantara khusus nya Kalimantan Selatan dengan istilah bagasing, mungkin saja rekan-rekan guru cukup kenal dengan permainan tradisional gasing ini, jika boleh kita mengingat kembali di era tahun 70 dan 80 an permainan ini masih ramai di perlombakan bahkan jadi permainan anak-anak hingga orang dewasa saat itu.

Sebenar nya banyak sekali unsur pendidikan yang terkandung dalam permainan ini, tidak hanya seni dan budaya potensi lokal atau pun unsur pendidikan jasmani pada permainan gasing ini bagi anak didik kita tapi juga banyak terkandung unsur kejujuran atau sportifitas dalam bermain, kebersamaan, menggali kreatifitas, meningkat kepercayaan diri, bersosialisasi dengan teman juga bisa berdiskusi.

Berikut praktek pembelajaran permainan gasing pada siswa SD kelas 5

Peran Keluarga dalam Pembelajaran Siswa Pola Kemitraan Sekolah
Foto diambil dari tweet kemdikbud.go.id Ultah Menteri Anies ke-47
Masih banyak keluarga yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak kepada sekolah. Tidak semua kebutuhan pendidikan anak dapat dipenuhi oleh satuan pendidikan maupun keluarga.  

Peran sekolah adalah membantu keluarga agar pelaksanaan pendidikan lebih sistematis, efektif, dan hasilnya tersertifikasi, sehingga memperoleh pengakuan dari pihak yang berkepentingan. Keluarga adalah pendidik yang pertama dan utama. Kerjasama keluarga dengan satuan pendidikan mutlak diperlukan.


Satuan pendidikan wajib mendorong kemitraan dan pelibatan keluarga dalam memajukan pendidikan anak mereka. Menjalin kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang kondusif untuk menumbuh-kembangkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik.

Baca juga; Lembar Kerja Interaksi Orang Tua Kurikulum 2013
Peran Keluarga dalam Pembelajaran Siswa Pola Kemitraan Sekolah

Peran Satuan Pendidikan
  • Melakukan analisis kebutuhan
  • Menyusun program tahunan pendidikan keluarga
  • Melakukan pertemuan dengan orang tua/wali peserta didik
  • Melaksanakan program pendidikan keluarga
  • Melakukan supervisi dan evaluasi
Peran Keluarga
  • Menciptakan lingkungan belajar di rumah yang menyenangkan dan mendorong perkembangan budaya prestasi anak.
  • Menjalin interaksi dan komunikasi yang hangat dan penuh kasih sayang dengan anak.
  • Memberikan motivasi dan menanamkan rasa percaya diri pada anak
  • Menjalin hubungan dan komunikasi yang aktif dengan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
  • Berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan anak di sekolah
  • Berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan anak di sekolah

Aplikasi Grafik Kelulusan Siswa di Sekolah Sajikan Data Tepat Dan Akurat

Aplikasi grafik kelulusan atau lulusan siswa pada suatu sekolah ini sangat baik digunakan oleh rekan-rekan guru di sekolah guna memantau perkembangan data jumlah siswa yang lulus pada suatu sekolah dari tahun ke tahun, dengan perbandingan data itulah kita bisa menjadikan referensi sejauh mana perkembangan sekolah dan sejauh mana jumlah siswa yang lulus dan tidak lulus pada grafik atau diagram dari tahun ke tahun.

Grafik lulusan siswa sekolah ini berbasis excel, dengan aplikasi excel tentu cara penggunaan nya lebih mudah, meski demikian kami sedkit memberikan bocoran aplikasi grafik siswa excel ini, dengan panduan sebagai berikut:

Panduan pengisian aplikasi grafik lulusan siswa pada sekolah.
1. Input data sekolah, silahkan sesuaikan pada isian yang ada (bagian tengah menu)
2. Input tahun pelajaran (bagian kiri menu)
3. Input jumlah siswa yang lulus (bagian kiri menu)
4. Merubah warna grafik klik dua kali pada diagram yang tersaji.
lihat tampilan grafik siswa berikut ini.

DOWNLOAD DISINI

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Jenjang Sekolah Dasar
Keterampilan literasi

Kompetensi literasi dasar (menyimak-berbicara, membaca-menulis, berhitung memperhitungkan, dan mengamati-menggambar) sudah selayaknya ditanamkan sejak pendidikan dasar, lalu dilanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar peserta didik dapat meningkatkan kemampuan untuk mengakses informasi dan pengetahuan.

Selain itu, peserta didik mampu membedakan informasi yang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Hal itu karena literasi mengarahkan seseorang pada kemampuan memahami pesan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk teks (lisan, tulis, visual).

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, salah satunya, mengenai kegiatan membaca buku nonpelajaran selama lima belas menit sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan tersebut adalah upaya menumbuhkan kecintaan membaca kepada peserta didik dan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus merangsang imajinasi.

Baca juga artikel terkait:
GLS dikembangkan berdasarkan sembilan agenda prioritas (Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud, khususnya Nawacita nomor 5, 6, 8, dan 9. Butir Nawacita yang dimaksudkan adalah (5) meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia; (6) meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan
bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya; (8) melakukan revolusi karakter bangsa; (9) memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
DOWNLOAD DISINI

Prioritas Calon Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2016 Buku 1 Edisi Revisi Ke-2

Pedoman sertifikasi guru dalam jabatan dalam panduannya telah beberapa kali mengalami revisi kebijakan dan pada revisi kedua ini nampaknya sudah final pedoman penetapan peserta sertifikasi guru dalam jabatan dengan prioritas penetapan sebagai peserta sertifikasi dengan acuan usia, masa kerja, nilai UKG, akademik, pangkat golongan dan sebagainya.

Buku 1 Pedoman Penetapan Peserta
Buku 2 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sertifikasi Guru
Buku 3 Pedoman Penyusunan Portofolio
Buku 4 Rambu-Rambu Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
Buku 5 Pedoman Pengelolaan Dana Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2016.

Dalam buku 1 edisi revisi kedua (sumber sergur kemdikbud). Calon peserta sertifikasi guru tahun 2016 diprioritaskan bagi guru yang diangkat sebelum 31 Desember 2005 dan telah memenuhi persyaratan administrasi. Urutan prioritas masing-masing kelompok sebagai berikut.
  • a. Guru yang mengikuti sertifikasi kedua karena perubahan kurikulum.
  • b. Semua guru yang diangkat dalam jabatan pengawas yang memenuhi persyaratan dan belum memiliki sertifikat pendidik
  • c. Semua guru yang mengajar di daerah perbatasan, terdepan, terluar yang memenuhi persyaratan.
  • d. Usia guru dihitung berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang tercantum dalam akta kelahiran atau bukti lain yang sah.
  • e. Masa kerja guru dihitung sejak yang bersangkutan bekerja sebagai guru baik sebagai PNS maupun bukan PNS sesuai peraturan yang berlaku dan diperhitungkan hanya saat guru mengajar dibuktikan dengan SK mengajar. Guru TK dapat dihitung setelah lulus pendidikan menengah, guru SD setelah lulus D1/D2/D3/S1, guru SMP setelah lulus D2/D3/S1, guru SMA dan SMK setelah lulus D3/S1.
Contoh perhitungan masa kerja:
Contoh 1
Guru “G” adalah seorang guru PNS yang memiliki masa kerja selama 10 tahun 5 bulan, namun guru “G” tersebut sebelum diangkat menjadi PNS telah mengajar sebagai guru honorer di sebuah SD selama 5 tahun 2 bulan. Masa kerja guru “G” dihitung kumulatif semenjak yang bersangkutan bertugas sebagai Guru yaitu 15 tahun 7 bulan. Bukti masa kerja Guru honorer berupa SK Kepala Sekolah (SK Pengangkatan dan atau SK Beban Mengajar) tempat Guru yang bersangkutan saat menjadi Guru honorer.

Contoh 2
Guru “H” adalah seorang guru PNS lahir pada 24 Januari 1985, diangkat menjadi CPNS Desember tahun 2009, lulus S-1 Oktober tahun 2008. Guru “H” melampirkan SK pertama mengajar sebagai guru tidak tetap yayasan tahun 2004 di salah satu SMP Swasta. Guru “H” pada tahun 2004 mengajar dengan menggunakan kualifikasi akademik SMA, maka pengalaman mengajar dengan SK tahun 2004 ini TIDAK dapat diperhitungkan sebagai masa kerja. Masa kerja yang dihitung sejak adalah sejak lulus S-1. (Sesuai PP No. 32 Tahun 1992 tentang Tenaga Pendidikan dan Lampiran Kepmendiknas Nomor: 060/U/2002)

Contoh 3
Guru ”I” adalah seorang guru PNS lahir pada 9 Juli 1980, diangkat menjadi CPNS tahun 2010, lulus S-1 Oktober tahun 2008, dan yang bersangkutan sudah memiliki ijazah D-III pada tahun 2002. Guru “I” melampirkan SK pertama mengajar sebagai guru honorer 1 Agustus tahun 2003 di salah satu SMA Negeri, maka masa kerja dengan SK ini DAPAT dihitung karena ketika mengajar di SMA yang bersangkutan menggunakan ijazah D-III. Masa kerja guru “H” sampai Desember tahun 2015 (pada saat mendaftar sebagai peserta sertifikasi) adalah 13 tahun 4 bulan.

Pangkat/Golongan terakhir yang dimiliki guru saat dicalonkan sebagai peserta sertifikasi guru. Kriteria ini adalah khusus untuk guru PNS atau guru bukan PNS yang telah memiliki SK Inpassing.
Bagi guru yang mengajar tahun 2006-2015 urutan penetapan peserta diawali dengan nilai UKG tertinggi. Data peserta sertifikasi guru sesuai dengan urutan di atas akan ditampilkan pada AP2SG yang akan dijadikan dasar penetapan peserta sertifikasi guru tahun 2016.

Selengkapnya silahkan lihat buku 1 edisi revisi kedua yang kami unduh di sergur.kemdiknas.go.id

Aplikasi Data Usia atau Umur Siswa Hitung Cepat Secara Akurat

Usia atau umur merupakan suatu data yang cukup penting dan tak terkecuali di kalangan dunia pendidikan, usia siswa maupun guru juga menjadi bagian administrasi yang harus jadi bahan recording data sekolah dan biasanya untuk mendata ini tidaklah mudah jika dengan begitu banyak jumlah siswa di sekolah kita.

Aplikasi hitung usia siswa yang berbasis excel ini sedikit bisa menjadi bahan referensi bagi rekan guru atau bagian administrasi tata usaha sekolah dalam input hitung data usia siswa yang lebih cepat, akurat dan nyaman dalam penggunaan, aplikasi ini layaknya aplikasi data siswa lainnya yang memiliki komponen isian data utama, dan vital ikuti acuan penulisan tanggal, bulan tahun lahir pada aplikasi ini di bagian menu data siswa.
Aplikasi sejenis lihat juga
a.Aplikasi Tata tertib siswa
b.Aplikasi Kesiswaan sekolah format excel

Aplikasi data umur siswa ini bisa menjadi solusi mudah dan hitung otomatis umur siswa bagi rekan-rekan terutama didunia pendidikan pada aplikasi pendidikan yang khusus kami sediakan dibawah ini dan dapat diunduh secara gratis. lihat tampilan berikut ini.

Aplikasi Tata Tertib Siswa Berbasis Excel Komplit Dengan Grafik Perkembangan
Tata tertib sekolah dan siswa adalah aturan yang disepakati warga sekolah, guru maupun siswa, dalam tata tertib siswa di sekolah pastinya para siswa sudah mengetahui lebih awal dan menyepakati aturan tersebut.

Jika aturan telah disepakati tinggal tahap implementasi yang jelas yang pada proses nya baik sanksi atau reward ini perlu recording data dalam pencacatan, aplikasi tata tertib siswa berformat excel ini bisa sedikit membantu rekan-rekan guru di sekolah dalam pencatatan dan implenentasi aturan tersebut, hingga lebih mudah melihat track record dari point-point yang dilanggar oleh siswa tersebut.

Baca juga aplikasi Kesiswaan Administrasi Sekolah

Panduan penggunaan kami kira cukup jelas dari bagian menu utama aplikasi ini, sedikit catatan kami sampaikan dalam penggunaan menu tersedia adalah sebagai berikut:
  • Klik per siswa untuk melihat rekap pelanggaran siswa, jangan lupa lihat nomor urutnya di input data pelanggaran.
  • Klik per kelas untuk melihat rekap pelanggaran per kelas, untuk melihat per kelas tertentu gunakan petunjuk filternya
  • Klik per jenis pelanggaran untuk melihat siapa saja yang melihat berdasarkan jenis pelanggaran
  • Klik pertingkat pelanggaran untuk melihat data siswa berdasarkan tingkat pelanggaran
  • Pastikan sudah klik per siswa dan melihat nama siswa sebelum klik teguran tertulis, surat otomatis langsung bisa dicetak sesuai nama yang diinginkan
  • Pastikan sudah klik per siswa dan melihat nama siswa sebelum klik panggilan orang tua, surat otomatis langsung bisa dicetak sesuai nama yang diinginkan
  • Pastikan sudah klik per siswa dan melihat nama siswa sebelum klik skorsing 7 hari, surat otomatis langsung bisa dicetak sesuai nama yang diinginkan
  • Klik laporan per bulan untuk melihat data dan grafik pelaksanaan pada bulan yang diinginkan
  • Klik laporan perkembangan untuk melihat data dan grafik perkembangan pelaksanaan tata tertib
Lihat tampilan aplikasi tata tertib siswa berikut ini.

Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah Dirjen Dikdasmen
Buku Design induk literasi milik Dirjen Dikdasmen, source dikdas.kemdikbud.go.id
GLS merupakan merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

GLS adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca (guru membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati, yang disesuaikan dengan konteks atau target sekolah). Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran (disertai tagihan berdasarkan Kurikulum 2013). Variasi kegiatan dapat berupa perpaduan pengembangan keterampilan reseptif maupun produktif.

Dalam pelaksanaannya, pada periode tertentu yang terjadwal, dilakukan asesmen agar dampak keberadaan GLS dapat diketahui dan terus-menerus dikembangkan.


GLS diharapkan mampu menggerakkan warga sekolah, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk bersama-sama memiliki, melaksanakan, dan menjadikan gerakan ini sebagai bagian penting dalam kehidupan.
Kegiatan literasi selama ini identik dengan aktivitas membaca dan menulis. Namun, Deklarasi Praha pada tahun 2003 menyebutkan bahwa literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya (UNESCO, 2003).

DOWNLOAD DISINI

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget