Articles by "GURU"

Unduh Panduan Praktis Penulisan Makalah Untuk Jurnal Ilmiah
Panduan atau tuntunan praktis menulis makalah untuk jurnal ilmiah baik nasional maupun international ini kami bagikan dari karangan Mikrajuddin Abdullah Institut Teknologi Bandung
Salah satu yang dapat anda lakukan adalah menulis makalah ilmiah.Pikirkan, apakah tidak disayangkan jika anda memiliki hasil riset yang dapat dijadikan makalahilmiah, yang bisa jadi bermanfaat bagi orangbanyak, dan yang bisa jadi membuat keparakan anda dikenal orangbanyak Tetapi anda menyimpan begitusaja. Jika anda menjawab: “sangat disayangkan,” apa yang harus anda lakukan? Salah satu yang dapat anda lakukan adalah menulis makalah ilmiah.

Bayangkan jika anda telah selesai menulis tesis/disertasi, coba hitung, berapa eksemplar yang anda buat? Paling-paling tidak lebih dari 10 buah. Coba hitung, berapa orang yang memegang copy tesis/disertasi anda? Paling banyak10 orang. Coba hitung, berapa orang yang dapat membaca tesis/disertasi anda?

Dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa menulis makalah bukan sekedar masalah suka atau tidak suka, ada waktu atau tidak ada waktu. Menulis makalah adalah persoalan keinginan kita menyebarluaskan ilmu yang kita peroleh ke masyarakat luas sehingga ilmu tersebut bias bermanfaat. Boleh jadi ilmu yang kita peroleh dari penelitian kita merupakan jawaban dari persoalan besar yang dihadapai masyarakat entah di belahan bumi mana.

Jika ini terjadi maka betapa luar biasanya kontribusi kita bagi masyarakat tersebut. Dan jika hasil tersebut sudah dipublikasikan maka peneliti lain tidak perlu lagi menghahbiskan waktu untuk melakukan penelitian serupa.

Cara Buat Akun Registrasi Guru Pembelajar Secara Mudah dan Cepat
Cara buat akun baru atau registrasi guru pembelajar secara online, akun guru pembelajar merupakan cara untuk login dan melakukan aktifitas dalam program kemdikbud pada GP ini bermuara untuk peningkatan kompetensi guru, pada bidang Uji Kompetensi Guru (UKG) yang saat ini sedang dan tengah di galakkan.

Bagaimana cara mendapatkan akun baru untuk guru pembelajar ? atau bagaimana cara membuat akun guru pembelajar ?

Tentunya syarat-syarat yang harus di penuhi cukup gampang, siapkan syarat berikut ini.
1. Nomor peserta UKG terakhir atau tahun 2015
2. Tanggal bulan dan tahun lahir jangan sampai terlupa kan, jika sudah silahkan masuk pada link berikut:
Baca juga Modul Guru Pembelajar Kelas Tinggi SD/MI
Pengenalan Fiture Aplikasi Guru Pembelajar

Langkah pertama:
Masuk pada link berikut klik SIM Guru Pembelajar
Pilih menu registrasi akun pada bagian bawah seperti gambar berikut ini:
Cara Buat Akun Registrasi Guru Pembelajar Secara Mudah dan Cepat
Isikan nomor peserta UKG, dan tanggal serta bulan dan tahun lahir PTK atau Guru yang bersangkutan lihat tampilan berikut:
Cara Buat Akun Registrasi Guru Pembelajar Secara Mudah dan Cepat
Setelah selesai maka kita mendapatkan file unduhan sebagai berikut video kami tampilkan.

Kumpulan Beragam Jurus Pembudayaan Budi Pekerti dan  Profil SD Terbaik Indonesia
SD Berbudi Pekerti
Tiga komponen utama yang kita kenal dalam intisari revolusi mental yang di gaung-gaung kan, yakni perlunya integritas, kerja keras dan gotong royong. Jika kita jabarkan kembali, dalam integritas ada nilai-nilai tentang jujur, dapat dipercaya, dan bertanggung jawab. Di dalam kerja keras ada nilai-nilai luhur tentang etos kerja, daya saing, optimistis, inovatif dan produktif. Sedangkan jabaran nilai-nilai dari gotong royong ada kerjasama, solidaritas, komunal dan berorientasi pada kemaslahatan. Inilah karakter yang lengkap, yaitu memperhatikan karakter
moral sekaligus karakter kinerja.

Sektor pendidikan adalah garda utama terbangunnya nilai-nilai karakter itu. Maka Kemendikbud, seluruh warga sekolah, dan para orangtua siswa atau wali murid perlu bergerak bersama membangun nilai-nilai karakter mulia melalui serangkaian ikhtiar peneladanan dan pembiasaan kepada para siswa.

Karakter dan kebudayaan dibangun dari pembiasaan yang konsisten. Ikhtiar pembiasaan ini kita jalankan melalui serangkaian kegiatan penumbuhan budi pekerti dalam keseharian seluruh warga sekolah. Beberapa kegiatan di antaranya bersifat wajib, namun tetap dengan ruang improvisasi di dalamnya.

Kegiatan lain bersifat pilihan dan merupakan ruang bagi warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan praktek-praktek baik pembiasaan budi pekerti. Di antara kegiatan wajib adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap akan memulai pembelajaran, membaca doa secara bersama-sama setiap akan memulai dan mengakhiri pembelajaran, dan dalam periode tertentu rutin melibatkan siswa dengan masyarakat sekitar lingkungan sekolah untuk melihat dan memecahkan masalah-masalah nyata di lingkungan tersebut.

Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti tidak dapat dilakukan secara satu arah dan indoktrinatif dari guru kepada para siswa, namun merupakan gerakan bersama seluruh warga sekolah untuk saling memberikan keteladanan dan mendorong tumbuhnya nilai-nilai dan kebiasaan baik. Mari kita gali dan wujudkan nilai-nilai karakter bangsa ini secara konkret.

Berikut preview file 18 profil SD berkarakter yang bersumber dari laman Dit PSD Kemdikbud

Lagu Hari Pertama ke Sekolah Awali Tahun Pelajaran Baru Semua Jenjang
Aktifitas kelas menyanyi bersama
Kemdikbud tak tanggung-tanggung untuk membiasakan kegiatan  penumbuhan budi pekerti di sekolah, baik sokongan guru, orang tua hingga ke peserta didik nya, regulasi tersebut bahkan sudah dituangkan dalam Permendikbud 21/2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Hari pertama masuk sekolah, tahun ajaran baru para orang tua di harap kan melakukan aktifitas tidak sebatas mengantar anak di luar pagar sekolah saja. Kemudian si siswa masuk sekolah dan orangtua pulang sambil keduanya melambaikan tangan. Lebih dari itu,  orangtua harus benar-benar ikut masuk sampai di dalam kelas.

Setelah sampai di dalam sekolah, orangtua harus berkomunikasi dengan para guru. Khususnya guru yang akan mengajar sang anak. Dalam pertemuan ini ada semacam kesepakatan bahwa orangtua tua menitipkan anaknya kepada guru di sekolah.

Melalui cara ini Kemendikbud ingin memperdalam keterikatan orangtua dengan sekolah. Sebab selama ini orangtua ke sekolah ketika pembagian rapor atau saat perpisahan. Padahal versi Kemendikbud, hubungan orangtua dengan guru yang erat bisa memecahkan persoalan siswa, baik dalam belajar atau pergaulan di sekolah, maupun di rumah.

"Sekolah juga bisa menjadi taman untuk menumbuhkan karakter-karakter positif bagi para peserta didik. Penumbuhan budi pekerti akan fokus dilakukan melalui kegiatan non kurikuler, intrakurikuler dan ekstrakurikuler," kata Mendikbud, Anies Baswedan

"Guru juga harus bisa menjadi teladan. Tugas yang tidak mudah, tapi bisa dilakukan dengan pembiasaan," tukas dia. (dikutip dari laman kemdikbud.go.id 13/06)

Dalam mendukung langkah ini, Direktorat Binkel (Bapak Sukiman) membuat program menyanyikan Lagu Hari Pertama Masuk Sekolah untuk semua jenjang.

Lirik Lagu Hari Pertama Masuk Sekolah:

Hari ini hari pertamaku,,,
Hari pertama ke sekolah,,,
Senangnya hatiku diantar ayah ibu,,,
Pergi berangkat ke sekolah,,,
Senangnya hatiku bertemu teman baru,,,
Guru baru,,,
Tentulah ramah...
Ayo ke sekolah...
Ayo ke sekolah...

Simak video nya dibawah ini silahkan play...

Inilah Model-Model Pembelajaran Pada Guru Pembelajar Moda Daring
Home Guru Pembelajar
Peningkatan kompetensi Guru Pembelajar dilaksanakan dalam 3 (tiga) moda, yaitu tatap muka, daring dan daring kombinasi. Petunjuk teknis ini dibuat khusus untuk Guru Pembelajar moda daring dan daring kombinasi.

1. Guru Pembelajar Moda Daring
Melalui moda ini, peserta memiliki keleluasaan waktu belajar. Peserta dapat belajar kapanpun dan dimanapun, sehingga tidak perlu meninggalkan kewajibannya sebagai guru dalam mendidik.
Peserta dapat berinteraksi dengan pengampu/mentor secara synchronous – interaksi belajar pada waktu yang bersamaan seperti dengan menggunakan video converence, telepon atau live chat, maupun asynchronous – interaksi belajar pada waktu yang tidak bersamaan melalui kegiatan pembelajaran yang telah disediakan secara elektronik.

Dalam pelaksanaan moda daring, dikembangkan dua model sebagai berikut.
a. Model 1
Pembelajaran Guru Pembelajar pada model ini hanya melibatkan pengampu dan guru sebagai peserta. Dengan memanfaatkan TIK, peserta secara penuh melakukan pembelajaran daring dengan mengakses dan mempelajari bahan ajar, mengerjakan latihan-latihan (tugas), berdiskusi dan berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan peserta Guru Pembelajar lainnya. Selama proses pembelajaran, peserta dibimbing dan difasilitasi secara daring oleh pengampu, seperti pada Gambar 2.1.
Inilah Model-Model Pembelajaran Pada Guru Pembelajar Moda Daring

Guru Pembelajar moda ini diperuntukan bagi guru dengan peta kompetensi hasil UKG nya memiliki 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) kelompok kompetensi yang nilainya dibawah KCM pada tahun yang berjalan.
KCM = Kriteria Capaian Minimal
b. Model 2
Inilah Model-Model Pembelajaran Pada Guru Pembelajar Moda DaringPembelajaran pada Guru Pembelajar moda daring – Model 2 melibatkan pengampu, mentor dan peserta. Guru Pembelajar moda daring model ini menggabungkan interaksi antara peserta dengan mentor dan atau pengampu, yang hanya dilakukan secara daring, dengan model pembimbingan seperti pada Gambar 2.2 berikut:

Interaksi Pengampu – Mentor: Pengampu mendampingi mentor dan berinteraksi dengan mentor secara daring.
Interaksi Mentor – Peserta: Mentor mendampingi, berdiskusi dan berkoordinasi dengan peserta secara daring.
Interaksi Pengampu – Peserta: Pengampu memfasilitasi dan berkomunikasi dengan peserta secara daring

Guru Pembelajar moda daring – Model 2 diperuntukan bagi :
  • 1) Guru dengan peta kompetensi hasil UKG nya memiliki 6 (enam) sampai dengan 7 (tujuh) kelompok kompetensi yang nilainya dibawah KCM pada tahun yang berjalan
  • 2) Guru pada kriteria point 1), dengan lokasi kerja jauh dari lokasi KKG/MGMP yang digunakan sebagai tempat pertemuan tatap muka
  • 3) Guru pada kriteria point 1), yang merupakan binaan dari seorang mentor yang memiliki guru binaan kurang dari kuota minimal. Persyaratan jumlah guru yang dibina oleh seorang mentor
2. Guru Pembelajar Moda Daring Kombinasi
Pada moda kombinasi ini, peserta melakukan interaksi belajar secara daring dan tatap muka. Interaksi belajar daring dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan pembelajaran yang telah disiapkan secara elektronik, dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Interaksi tatap muka dilaksanakan bersamaan dengan peserta Guru Pembelajar lainnya di pusat belajar (PB) yang telah ditetapkan dan difasilitasi oleh seorang mentor. Interaksi pada daring kombinasi dapat dilihat pada Gambar 2.3.
Inilah Model-Model Pembelajaran Pada Guru Pembelajar Moda Daring
Baca juga Hasil UKA-UKG dan Passing Grade tiap Tahun nya

Interaksi Pengampu – Mentor: Pengampu mendampingi mentor dan berinteraksi dengan mentor secara daring.
Interaksi Mentor – Peserta: Mentor mendampingi, berdiskusi dan berkoordinasi dengan peserta secara daring dan luring.
Interaksi Pengampu – Peserta: Pengampu memfasilitasi dan berkomunikasi dengan peserta secara daring.

Guru Pembelajar moda ini diperuntukan bagi guru dengan peta kompetensi hasil UKG nya memiliki 6 (enam) sampai dengan7 (tujuh) kelompok kompetensi yang nilainya dibawah KCM pada tahun yang berjalan.
1 Pada Guru Pembelajar moda daring kombinasi, peserta akan dibimbing oleh mentor secara daring dan luring di Pusat Belajar (PB).
2) Guru pada kriteria point 1), dengan lokasi kerja jauh dari lokasi KKG/MGMP yang digunakan sebagai tempat pertemuan tatap muka
3) Guru pada kriteria point 1), yang merupakan binaan dari seorang mentor yang memiliki guru binaan kurang dari kuota minimal. Persyaratan jumlah guru yang dibina oleh seorang mentor

Modul Guru Pembelajar Kelas Awal Sekolah Dasar Lengkap Semua Materi
Kumpulan modul GP

Pengembangan profesionalitas guru melalui program Guru Pembelajar (GP) merupakan upaya peningkatan kompetensi untuk semua guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui uji kompetensi guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik profesional pada akhir tahun 2015. Hasil UKG menunjukkan peta kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi pada modul Guru Pembelajar SD kelas rendah. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG melalui program Guru Pembelajar.

Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Guru Pembelajar dilaksanakan melalui pola tatap muka, daring (online), dan campuran (blended) tatap muka dengan online.
Modul kelas awal atau bawah bagi guru sekolah dasar ini menjadi bagian pelengkap sharing kami akan kumpulan modul Guru Pembelajar untuk tingkat SD, pada kelas awal untuk guru SD ini terdiri dari 10 modul materi Guru Pembelajar sama seperti sebelum nya pada modul kelas tinggi sekolah dasar juga terdiri dari sepuluh komponen materi baik pedagogik maupun profesional dalam tiap bahasan mata pelajaran yang tersedia.
Modul Guru Pembelajar PJOK SD

Salah satu modul kelas awal SD preview seperti dibawah ini;

Kelompok Kompetensi A
Profesional
Penguasaan dan keterampilan berbahasa Indonesia
Pedagogik
Karakteristik dan pengembangan Potensi peserta didik di sekolah dasar [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi A
Profesional
Penguasaan dan keterampilan berbahasa Indonesia
Pedagogik
Karakteristik dan pengembangan potensi peserta didik di sekolah dasar [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi B
Profesional
Genre dan apresiasi sastra
Pedagogik
Teori belajar dan prinsip pembelajaran [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi B
Profesional
Genre dan apresiasi sastra
Pedagogik
Teori belajar dan prinsip pembelajaran[DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi C
Pedagogik
Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum di sekolah dasar
Profesional
Kajian bilangan cacah dan statistika [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi D
Profesional
Kajian geometri dan pengukuran di sekolah dasar
Pedagogik
Metodologi pembelajaran di sekolah dasar [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi E
Profesional
Kajian materi IPA sekolah dasar kelas awal
Pedagogik
Penilaian proses dan hasil belajar [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi F
Profesional
Kajian materi ips sekolah dasar kelas awal
Pedagogik
Komunikasi efektif [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi G
Profesional
Hakekat pembelajaran PPKN
Pedagogik
Perancangan pembelajaran yang mendidik di sekolah dasar [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi H
Profesional
Pengembangan materi ajar di sekolah
Pedagogik
Pemanfaatan hasil penilaian pembelajaran [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi I
Profesional
TIK untuk pengembangan diri guru
Pedagogik
Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran di sekolah dasar [DOWNLOAD]

Kelompok Kompetensi J
Profesional
Pengembangan keprofesian melalui tindakan reflektif
Pedagogik
Refleksi pembelajaran dan
Tindaklanjut nya melalui penelitian tindakan kelas [DOWNLOAD]

Unduh juga: Modul materi Guru Pembelajar kelas tinggi Sekolah Dasar

Modul Guru Pembelajar Kelas Tinggi Sekolah Dasar Pedagogik dan Profesional
Cover modul kelas atas SD/MI
Modul Guru Pembelajar Daring Materi Pedagogik dan Materi Profesional di kelas tinggi atau atas Sekolah Dasar.  Program guru pembelajar secara umum bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, baik pedagogik maupun profesional, serta memiliki performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi peserta didiknya, menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme dan keceriaan bagi peserta didiknya, melalui berbagai moda dan media, di berbagai pusat belajar.

Baca juga Modul Guru Pembelajar Kelas Awal Sekolah Dasar
Modul Guru Pembelajar PJOK SD

Modul yang telah di siap kan oleh Kemdikbud dalam hal ini Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan atau Ditjen GTK berisi konten file yang berbentuk modul seperti dibawah ini, lihat salah satu contoh preview
 

Kelompok kompetensi A.
Profesional kajian materi bahasa dan sastra Indonesia Sekolah dasar.
Pedagogik karakteristik dan pengembangan potensi
Peserta didik di sekolah dasar. [Download]

Kelompok kompetensi B
Profesional Kajian bilangan dan statistika Sekolah dasar
Pedagogik Teori belajar dan prinsip pembelajaran. [Download]

Kelompok kompetensi C
Profesional Kajian geometri dan pengukuran Sekolah Dasar
Pedagogik
Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum di Sekolah Dasar. [Download]

Kelompok kompetensi D
Profesional Makhluk hidup dan lingkungan sekitar
Pedagogik
Metodologi pembelajaran Di Sekolah Dasar. [Download]

Kelompok kompetensi E
Profesional
Materi dan energi di Sekolah Dasar
Pedagogik
Penilaian proses dan hasil belajar di Sekolah Dasar. [Download]

 Kelompok kompetensi  F 
 Profesional
 Kajian materi IPS SD kelas tinggi
 Pedagogik
 Komunikasi efektif. [Download]

Kelompok kompetensi H
Profesional
Perlindungan ham dan penegakan hukum
Pedagogik
Pemanfaatan hasil penilaian pembelajaran. [Download]

Kelompok kompetensi I
Profesional
Pengembangan materi ajar Sekolah Dasar
Pedagogik
Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran di SD. [Download]

Kelompok kompetensi J
Profesional
TIK dan tindakan reflektif untuk pengembangan keprofesian
Pedagogik
Refleksi pembelajaran Dan tindaklanjutnya melalui Penelitian tindakan kelas. [Download]

Pengenalan Fiture Aplikasi Sistem Guru Pembelajar Moda Daring
Tampilan menu-menu aplikasi
Pengenalan Fitur-Fitur di dalam  Sistem Guru Pembelajar yang pasti nya wajib rekan-rekan guru ketahui dalam penggunaan fungsi aplikasi dalam jaringan pada sistem aplikasi yang telah disediakan Kemdikbud dalam hal ini Ditjen GTK, Praktik Pemanfaatan Fitur di dalam Sistem Guru Pembelajar hal pertama yang mesti dilakukan adalah mengeksplorasi fitur-fitur moodle sesuai.

PAGE
Fitur di dalam moodle yang berupa laman web yang dapat menyajikan text, gambar, suara, video, atau tautan web.  Pada Guru Pembelajar Moda daring, Page digunakan untuk menampilkan petunjuk atau pengantar sesi

BOOK
Fitur di dalam moodle yang memuat beberapa halaman selayaknya sebuah buku yang terdiri atas bab dan sub-bab.  Book dapat berisi file media serta teks yang berguna untuk menampilkan detil informasi yang dapat dipecah menjadi beberapa bagian dan halaman.  Pada Guru Pembelajar moda Daring, Book digunakan untuk memuat bahan bacaan

LESSON
Fitur di dalam moodle yang berupa rangkaian aktivitas pembelajaran  Pada lesson bisa memuat bahan bacaan dan pertanyaan tentang suatu materi. Pada Guru Pembelajar moda daring, lesson memuat aktivitas pembelajaran secara bertahap yang dapat membimbing peserta dalam memahami materi sesi
Lesson digunakan pendalaman konsep disertai latihan atau penguatan melalui pertanyaan-pertanyaan yang dilengkapi dengan umpan balik.

MESSAGE
Fitur di dalam moodle yang digunakan untuk mengirim dan menerima pesan dari user lain Fitur ini digunakan untuk komunikasi antar user secara perseorangan/pribadi Pada Guru Pembelajar moda Daring, Message digunakan untuk mengirim dan menerima pesan antar  pengawas, atau pengawas dengan pengampunya

FORUM
Fitur di dalam moodle yang digunakan untuk melakukan diskusi, sharing (gagasan, pengalaman maupun dokumen) antar user  Pada Guru Pembelajar Moda daring, fitur ini dimanfaatkan untuk learning community agar terjadi pembelajaran kolaboratif antar peserta

BLOG
Fitur di dalam moodle yang digunakan untuk menuliskan catatan, ide, atau refleksi yang bersifat pribadi atau untuk dibagikan secara umum
Pada Guru Pembelajar moda Daring, Blog digunakan untuk merefleksikan hasil pembelajaran yang telah diperoleh peserta di setiap akhir sesi

CHAT
Fitur di dalam moodle yang digunakan sebagai media percakapan real time (syncrhronous) melalui tulisan. Fitur ini biasanya dimanfaatkan sebagai media komunikasi secara langsung antara pengampu, Mentor dengan peserta (guru)

QUIZ
Fitur di dalam moodle ini dapat memuat banyak pertanyaan/pernyataan dan jawaban untuk mengukur kemampuan peserta Fitur ini biasanya dimanfaatkan sebagai penilaian secara formatif dan sumatif

FILE
Fitur di dalam moodle yang memuat suatu file yang dapat diunduh
File dapat berupa dokumen, gambar, video, dan sebagainya Pada Guru Pembelajar Moda Daring, File digunakan untuk memuat Lembar Kerja (LK)

FOLDER
Fitur di dalam moodle yang bisa menampung kumpulan file 
Penggunaan folder bertujuan menampilkan kumpulan file yang lebih rapi daripada menampilkan file satu per satu dalam daftar. Pada Guru Pembelajar Moda Daring, Folder digunakan untuk menampung kumpulan file Lembar Kerja (LK) atau bahan bacaan. 


E PORTOFOLIO
Fitur di dalam moodle yang digunakan untuk mengirim hasil pembelajaran yang berupa file (dokumen, gambar, video, dan sebagainya)
Pada e portofolio, kumpulan tugas/tagihan yang sudah diunggah dapat diberi umpan balik oleh pengampu.  Pada Guru Pembelajar Moda daring, E Portofolio digunakan untuk menyimpan file tagihan, berbagi file tagihan dari peserta kepada mentor dan Pengampu agar dapat diperiksa, dikomentari dan diberi umpan balik.  Fitur ini juga digunakan oleh pengampu untuk memeriksa kelengkapan dan kualitas tagihan setiap peserta 

WEB CONFERENCE (BBB)
Fitur di dalam moodle yang digunakan sebagai media percakapan secara langsung           (synchronous) dalam bentuk video, suara, tulisan dan presentasi
Fitur ini biasanya dimanfaatkan sebagai media komunikasi secara langsung antara pengampu dengan Mentor dan peserta (guru)

  • Pemanfaatan Fitur sebagai Evaluasi di dalam Sistem Guru Pembelajar
Questionnaire 
Fitur ini dapat dapat memuat berbagai jenis pertanyaan/pernyataan untuk memperoleh data dari peserta, dan biasanya dimanfaatkan sebagai alat survey 
Pada Guru Pembelajar moda Daring, Questionnaire digunakan sebagai alat untuk mengetahui reaksi peserta terhadap pembelajaran dan pelatihan.

Reaksi Peserta
Instrumen Smiley Face
Evaluasi yang digunakan untuk mengukur reaksi proses pembelajaran berupa "kepuasan peserta".
  
Evaluasi Pelatihan
Evaluasi yang digunakan untuk mengukur kebermanfaatan pembelajaran 

Reports
Data aktifitas peserta diunduh per minggu, sebagai Laporan Mingguan.
Logs;  Fitur ini digunakan untuk melihat aktifitas yang telah dilakukan peserta. 
Activity Completion; Fitur ini digunakan untuk melihat ketuntasan dan sejauh mana aktifitas pembelajaran yang telah dilakukan oleh peserta

Grade
Fitur ini digunakan untuk melihat pencapaian peserta setelah mengikuti kegiatan Guru Pembelajar moda Daring.

Modul Guru Pembelajar Kompetensi A Kelas Awal Profesional dan Pedagogik
Modul atau bahan materi guru pembelajar kelompok kompetensi A, yang memiliki sub domain pada kompetensi profesional penguasaan keterampilan berbahasa Indonesia dan kompetensi pedagogik karakter dan pengembangan potensi peserta didik di Sekolah Dasar pada Kelas Awal yang erat kaitan nya dengan materi guru pembelajar secara teknis untuk menunjang Uji Kompetensi Guru (UKG).

Ruang lingkup materi Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Kelas Awal ini merupakan modul untuk mendukung kompetensi profesional. Oleh karena itu, modul ini mengkaji bidang keterampilan dan pengetahuan tentang pembelajaran bahasa Indonesia untuk guru sekolah dasar. Secara online/daring untuk panduan Guru Pembelajar lihat disini

Berikut akan dijelaskan gambaran singkat tiap-tiap indikator dalam peta kompetensi yang dijabarkan dalam kegiatan pembelajaran.
1. Hakikat, Fungsi, Kedudukan, dan Ragam Bahasa Indonesia. Materi tentang hakikat bahasa, fungsi, kedudukan, dan ragam bahasa Indonesia yang dijelaskan dalam bentuk deskripif.

2. Pemerolehan Bahasa Anak. Materi ini dibatasi pada hakikat pemerolehan bahasa, tahapan pemerolehan bahasa, faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa, dan perbedaan antara pemerolehan dan pembelajaran bahasa.

3. Linguistik Bahasa Indonesia. Materi ini berupa kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berasal dari hierarki lingustik yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan wacana bahasa Indonesia.

4. Semantik Bahasa Indonesia. Materi semantik bahasa Indonesia meliputi kaidah-kaidah semantik dalam bahasa Indonesia, hubungan makna dalam bahasa Indonesia yang terdiri atas sinonim, antonim, homonim, homograf, homofon, polisemi, denotasi, konotasi, dan majas yang digunakan sebagai rujukan dalam penggunaan bahasa Indonesia.

5. Keterampilan Menyimak Bahasa Indonesia. Materi menyimak berupa prinsip dan prosedur menyimak dengan jenis simakan berupa simakan monolog, cerita, ceramah, khotbah, dialog, wawancara, diskusi, debat, percakapan, dan drama.

6. Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia. Materi berbicara berupa prinsip dan prosedur berbicara dengan jenis wicara monolog, cerita, ceramah, khotbah, dialog, wawancara, diskusi, debat, percakapan, dan drama.

7. Keterampilan Membaca Bahasa Indonesia. Materi membaca berupa prinsip dan prosedur membaca dengan jenis membaca berbagai teks dan membaca nyaring. Modul membaca di sini lebih difokuskan kepada membaca permulaan.

8. Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia. Materi menulis berupa prinsip dan prosedur menulis dengan jenis menulis fiksi dan nonfiksi. Modul menulis lebih difokuskan kepada menulis permulaan.

    Panduan Pembuatan Program Tahunan Kurikulum 2013
    PROTA
    Program Tahunan merupakan rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan berdasarkan kurikulum 2013 merupakan program umum tematik terpadu untuk setiap kelas yang dikembangkan oleh guru. Program tahunan tersebut sebagai rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran setelah diketahui kepastian jumlah jam pelajaran efektif dalam satu tahun. Program tahuna perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya, yakni Program Semester, Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

    Langkah-langkah perancangan Program Tahunan:
    1. Menelaah jumlah tema dan subtema pada suatu kelas.
    2. Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu efektif.
    Hari-hari libur meliputi:
    • Jeda tengah semester
    • Jeda antar semester
    • Libur akhir tahun pelajaran
    • Hari libur keagamaan
    • Hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional
    • Hari libur khusus (kegiatan khusus satuan pendidikan)

    3. Menghitung jumlah Minggu Belajar Efektif (MBE) dalam satu tahun.
    4. Mendistribusikan alokasi waktu Minggu Belajar Efektif (MBE) ke dalam
    subtema.

    Contoh program tahunan k13 kelas IV SD/MI
    http://www.wikiedukasi.net/2016/06/panduan-pembuatan-program-tahunan.html

    Dalam menyusun Program Tahunan, komponen yang harus ada sebagai berikut.
    • Identitas (muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran)
    • Format isian ( tema, sub tema, dan alokasi waktu).

    Lima Posisi Guru Dalam Menghadapi Pelanggaran Siswa
    Kawal Sekolah Aman

    Andai tidak ada aturan absensi, tidak ada hukuman, tidak ada nilai, dan tidak ada paksaan, berapa persen (%) siswa yang akan memilih tetap belajar ? Begitu lah pertanyaan dari buku milik Bukik Setiawan Penulis Buku Anak Bukan Kertas Kosong.

    Pertanyaan kita adalah, Mengapa Terjadi Kekerasan di Sekolah?, Cara Mengatasi
    Kekerasan di Sekolah?, Mencegah Kekerasan di Sekolah?, Bagaimana Menggunakan Media Sosial?...

    Kekerasan di lingkungan pendidikan bukan sekedar perkara moralitas, tapi persoalan kegagalan pelaku menemukan solusi yang sehat di tengah relasi kuasa yang tidak simetris, Jebakan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan adalah menghilangkan gejalanya tapi membiarkan sumber terjadinya kekerasan.

    "Sudahkah Sekolah Kita Aman, Nyaman dan Menyenangkan?"
    Mengatasi Kekerasan di Sekolah
    • Identifikasi dan selesaikan sumber kekerasan, bukan hanya gejalanya
    • Guru dan Guru BK didorong lebih banyak mendengar & memahami
    • Pendampingan intensif pada korban dan korban pelaku serta keluarganya
    • Kembangkan kepercayaan diri korban. Bangun sistem dukungan
    • Ajak korban pelaku merefleksikan kebutuhan, emosi dan tujuan hidupnya
    Lima posisi guru dalam menghadapi pelanggaran siswa
    1. Penghukum. Menuding "Jika tidak kerjakan tugas, kamu akan di hukum". Siswa jadi memberontak, menyalahkan teman atau berbohong, kesalahan berulang merupakan bentuk perlawanan.
    2. Pembuat rasa bersalah menceramahi. "Kamu harus tahu mana yang benar mana yang salah", siswa akan menyembunyikan pelanggaran denial dan berbohong, harga diri siswa rendah, rentan di pengaruhi.
    3. Teman baik. Membuat pemakluman, "Kamu terlambat...pasti karena macet ya? jangan diulangi ya, demi bapak dan ibu.  Ketergantungan siswa dengan kehadiran guru.
    4. Pengawas, memantau dan mencatat dan mengungkit-ungkit kesalahan siswa. "Kamu sudah tahu aturan nya kan?" siswa menjadi konformis berorientasi pada reward yang di dapatkan.
    5. Manajer. Bertanya mencari solusi, "Apa akibatnya? bagaimana kita bisa memperbaiki nya?". Siswa merefleksikan tindakan nya dan mencari solusi. Menjadi pembelajar mandiri.

    Referensi tulisan Anak bukan kertas kosong karya Bukik Setiawan

    Contoh Deskripsi Penilaian Raport Kurikulum 2013 Hasil Revisi
    skema deskripsi penilaian kurikulum 2013
    Mekanisme penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian Hasil Belajar oleh pendidik dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan pengukuran pencapaian satu atau lebih Kompetensi Dasar.  Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan sebagai sumber informasi utama dan pelaporannya menjadi tanggungjawab wali kelas atau guru kelas.

    Hasil penilaian pencapaian sikap oleh pendidik disampaikan dalam bentuk predikat atau deskripsi, penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai, penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

    Hasil penilaian pencapaian pengetahuan dan keterampilan oleh pendidik disampaikan dalam bentuk angka dan/atau deskripsi; dan  peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedi.

    Kenaikan Kelas pada kurikulum 2013
    Hasil belajar yang diperoleh dari penilaian oleh pendidik digunakan untuk menentukan kenaikan kelas peserta didik.  Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil belajar dari paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan, keterampilan belum tuntas dan/atau sikap belum baik.
    Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak berlaku bagi peserta didik SDLB/SMPLB/SMALB/SMKLB.

    Deskripsi Penilaian Sikap pada Kurikulum 2013 Revisi

    Berikut contoh deskripsi penilaian sikap spritual oleh wali kelas.
    Deny:
    Selalu bersyukur dan berdoa sebelum melakukan kegiatan serta memiliki toleran pada agama yang berbeda; ketaatan beribadah mulai berkembang
    .
    Contoh kesimpulan hasil deskripsi penilaian sikap sosial oleh wali kelas
    Deny;
    Memiliki sifat santun, disiplin dan tanggung jawab yang baik, responsif dalam pergaulan; sikap kepedulian meningkat.


    Pada dua aspek kesimpulan hasil deskripsi tersebut dapat kita tarik kesimpulan. kalimat "mulai berkembang",menjadi deskripsi yang muncul apabila anak didik kita pada penilaian kurikulum 2013 berada pada rentang nilai cukup/kurang maka memunculkan kalimat mulai berkembang.
    Sebaliknya pada kalimat  "kepedulian meningkat" ini berada pada rentang nilai baik.

    SK Pembagian Tugas Mengajar dengan Sistem Rasio Guru dan Siswa

    Bapak/Ibu guru sekalian SK pembagian tugas mengajar yang kami lengkapi dengan jumlah siswa ini merupakan cara untuk mengingatkan bahwa sistem rasio siswa dan guru pada PP 74 tahun 2008 akan di implementasikan secara maksimal pada tahun pelajaran 2016/2017, hal ini tentu berkaitan dengan syarat penerima tunjangan profesi (sertifikasi) dimana jika tak memenuhi rasio yang telah ditentukan aturan peruundangan yang berlaku maka besar kemungkinan tak mendapatkan tunjangan profesi nya.

    SKPBM atau SKTM yang pada intinya sama saja arti dengan SK pembagian tugas mengajar ini, dilengkapi dengan jumlah siswa pada rombongan belajarnya (rombel) dilengkapi dengan TMT mengajar di sekolah saat ini semakin memperlengkap tatanan administrasi yang baik dalam pembagian tugas mengajar yang terperinci sesuai tupoksi nya.

    Pada isian data sekolah silahkan sesuaikan logo daerah nya dan nama sekolahnya. cukup mudah mengubahnya karena SK pembagian tugas mengajar dengan rasio siswa ini berbasis Ms.word, nama guru, nip, tmt. jabatan golongan cukup jelas untuk penyesuai data pada sekolah masing-masing, lihat tampilan dibawah ini.


    DOWNLOAD DISINI

    Peran Keluarga dalam Pembelajaran Siswa Pola Kemitraan Sekolah
    Foto diambil dari tweet kemdikbud.go.id Ultah Menteri Anies ke-47
    Masih banyak keluarga yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak kepada sekolah. Tidak semua kebutuhan pendidikan anak dapat dipenuhi oleh satuan pendidikan maupun keluarga.  

    Peran sekolah adalah membantu keluarga agar pelaksanaan pendidikan lebih sistematis, efektif, dan hasilnya tersertifikasi, sehingga memperoleh pengakuan dari pihak yang berkepentingan. Keluarga adalah pendidik yang pertama dan utama. Kerjasama keluarga dengan satuan pendidikan mutlak diperlukan.


    Satuan pendidikan wajib mendorong kemitraan dan pelibatan keluarga dalam memajukan pendidikan anak mereka. Menjalin kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang kondusif untuk menumbuh-kembangkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik.

    Baca juga; Lembar Kerja Interaksi Orang Tua Kurikulum 2013
    Peran Keluarga dalam Pembelajaran Siswa Pola Kemitraan Sekolah

    Peran Satuan Pendidikan
    • Melakukan analisis kebutuhan
    • Menyusun program tahunan pendidikan keluarga
    • Melakukan pertemuan dengan orang tua/wali peserta didik
    • Melaksanakan program pendidikan keluarga
    • Melakukan supervisi dan evaluasi
    Peran Keluarga
    • Menciptakan lingkungan belajar di rumah yang menyenangkan dan mendorong perkembangan budaya prestasi anak.
    • Menjalin interaksi dan komunikasi yang hangat dan penuh kasih sayang dengan anak.
    • Memberikan motivasi dan menanamkan rasa percaya diri pada anak
    • Menjalin hubungan dan komunikasi yang aktif dengan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
    • Berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan anak di sekolah
    • Berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan anak di sekolah

    Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Jenjang Sekolah Dasar
    Keterampilan literasi

    Kompetensi literasi dasar (menyimak-berbicara, membaca-menulis, berhitung memperhitungkan, dan mengamati-menggambar) sudah selayaknya ditanamkan sejak pendidikan dasar, lalu dilanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar peserta didik dapat meningkatkan kemampuan untuk mengakses informasi dan pengetahuan.

    Selain itu, peserta didik mampu membedakan informasi yang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Hal itu karena literasi mengarahkan seseorang pada kemampuan memahami pesan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk teks (lisan, tulis, visual).

    Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, salah satunya, mengenai kegiatan membaca buku nonpelajaran selama lima belas menit sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan tersebut adalah upaya menumbuhkan kecintaan membaca kepada peserta didik dan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus merangsang imajinasi.

    Baca juga artikel terkait:
    GLS dikembangkan berdasarkan sembilan agenda prioritas (Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud, khususnya Nawacita nomor 5, 6, 8, dan 9. Butir Nawacita yang dimaksudkan adalah (5) meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia; (6) meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan
    bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya; (8) melakukan revolusi karakter bangsa; (9) memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
    DOWNLOAD DISINI

    Prioritas Calon Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2016 Buku 1 Edisi Revisi Ke-2

    Pedoman sertifikasi guru dalam jabatan dalam panduannya telah beberapa kali mengalami revisi kebijakan dan pada revisi kedua ini nampaknya sudah final pedoman penetapan peserta sertifikasi guru dalam jabatan dengan prioritas penetapan sebagai peserta sertifikasi dengan acuan usia, masa kerja, nilai UKG, akademik, pangkat golongan dan sebagainya.

    Buku 1 Pedoman Penetapan Peserta
    Buku 2 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sertifikasi Guru
    Buku 3 Pedoman Penyusunan Portofolio
    Buku 4 Rambu-Rambu Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
    Buku 5 Pedoman Pengelolaan Dana Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2016.

    Dalam buku 1 edisi revisi kedua (sumber sergur kemdikbud). Calon peserta sertifikasi guru tahun 2016 diprioritaskan bagi guru yang diangkat sebelum 31 Desember 2005 dan telah memenuhi persyaratan administrasi. Urutan prioritas masing-masing kelompok sebagai berikut.
    • a. Guru yang mengikuti sertifikasi kedua karena perubahan kurikulum.
    • b. Semua guru yang diangkat dalam jabatan pengawas yang memenuhi persyaratan dan belum memiliki sertifikat pendidik
    • c. Semua guru yang mengajar di daerah perbatasan, terdepan, terluar yang memenuhi persyaratan.
    • d. Usia guru dihitung berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang tercantum dalam akta kelahiran atau bukti lain yang sah.
    • e. Masa kerja guru dihitung sejak yang bersangkutan bekerja sebagai guru baik sebagai PNS maupun bukan PNS sesuai peraturan yang berlaku dan diperhitungkan hanya saat guru mengajar dibuktikan dengan SK mengajar. Guru TK dapat dihitung setelah lulus pendidikan menengah, guru SD setelah lulus D1/D2/D3/S1, guru SMP setelah lulus D2/D3/S1, guru SMA dan SMK setelah lulus D3/S1.
    Contoh perhitungan masa kerja:
    Contoh 1
    Guru “G” adalah seorang guru PNS yang memiliki masa kerja selama 10 tahun 5 bulan, namun guru “G” tersebut sebelum diangkat menjadi PNS telah mengajar sebagai guru honorer di sebuah SD selama 5 tahun 2 bulan. Masa kerja guru “G” dihitung kumulatif semenjak yang bersangkutan bertugas sebagai Guru yaitu 15 tahun 7 bulan. Bukti masa kerja Guru honorer berupa SK Kepala Sekolah (SK Pengangkatan dan atau SK Beban Mengajar) tempat Guru yang bersangkutan saat menjadi Guru honorer.

    Contoh 2
    Guru “H” adalah seorang guru PNS lahir pada 24 Januari 1985, diangkat menjadi CPNS Desember tahun 2009, lulus S-1 Oktober tahun 2008. Guru “H” melampirkan SK pertama mengajar sebagai guru tidak tetap yayasan tahun 2004 di salah satu SMP Swasta. Guru “H” pada tahun 2004 mengajar dengan menggunakan kualifikasi akademik SMA, maka pengalaman mengajar dengan SK tahun 2004 ini TIDAK dapat diperhitungkan sebagai masa kerja. Masa kerja yang dihitung sejak adalah sejak lulus S-1. (Sesuai PP No. 32 Tahun 1992 tentang Tenaga Pendidikan dan Lampiran Kepmendiknas Nomor: 060/U/2002)

    Contoh 3
    Guru ”I” adalah seorang guru PNS lahir pada 9 Juli 1980, diangkat menjadi CPNS tahun 2010, lulus S-1 Oktober tahun 2008, dan yang bersangkutan sudah memiliki ijazah D-III pada tahun 2002. Guru “I” melampirkan SK pertama mengajar sebagai guru honorer 1 Agustus tahun 2003 di salah satu SMA Negeri, maka masa kerja dengan SK ini DAPAT dihitung karena ketika mengajar di SMA yang bersangkutan menggunakan ijazah D-III. Masa kerja guru “H” sampai Desember tahun 2015 (pada saat mendaftar sebagai peserta sertifikasi) adalah 13 tahun 4 bulan.

    Pangkat/Golongan terakhir yang dimiliki guru saat dicalonkan sebagai peserta sertifikasi guru. Kriteria ini adalah khusus untuk guru PNS atau guru bukan PNS yang telah memiliki SK Inpassing.
    Bagi guru yang mengajar tahun 2006-2015 urutan penetapan peserta diawali dengan nilai UKG tertinggi. Data peserta sertifikasi guru sesuai dengan urutan di atas akan ditampilkan pada AP2SG yang akan dijadikan dasar penetapan peserta sertifikasi guru tahun 2016.

    Selengkapnya silahkan lihat buku 1 edisi revisi kedua yang kami unduh di sergur.kemdiknas.go.id

    Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah Dirjen Dikdasmen
    Buku Design induk literasi milik Dirjen Dikdasmen, source dikdas.kemdikbud.go.id
    GLS merupakan merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    GLS adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca (guru membacakan buku dan warga sekolah membaca dalam hati, yang disesuaikan dengan konteks atau target sekolah). Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran (disertai tagihan berdasarkan Kurikulum 2013). Variasi kegiatan dapat berupa perpaduan pengembangan keterampilan reseptif maupun produktif.

    Dalam pelaksanaannya, pada periode tertentu yang terjadwal, dilakukan asesmen agar dampak keberadaan GLS dapat diketahui dan terus-menerus dikembangkan.


    GLS diharapkan mampu menggerakkan warga sekolah, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk bersama-sama memiliki, melaksanakan, dan menjadikan gerakan ini sebagai bagian penting dalam kehidupan.
    Kegiatan literasi selama ini identik dengan aktivitas membaca dan menulis. Namun, Deklarasi Praha pada tahun 2003 menyebutkan bahwa literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya (UNESCO, 2003).

    DOWNLOAD DISINI

    Strategi Membaca Pemahaman Pada Program Literasi Sekolah
    Posisi duduk saat membaca dan menulis yang baik
    Semakin banyak pengetahuan dan pengalaman siswa tentang topik yang dibacanya, semakin mudah siswa memahami teks tersebut masih ingat  pada bahasan klik baca praktek membaca pemahaman dengan media big book yang kita bahas beberapa hari yang lalu, pada bahasan kali ini kita akan bahas strategi-strategi dalam membaca pemahaman yang baik pada program literasi sekolah kita coba pada kelas rendah, kelas 1, 2 dan 3 Sekolah Dasar.
    Strategi Membaca Pemahaman Pada Program Literasi Sekolah
    Gambar yang bisa digunakan dikelas rendah

    Strategi Membaca Pemahaman
    1. Mengaktifkan Pengetahuan

    Contoh – contoh pertanyaan :

    Siapa yang ada di gambar ini, laki-laki atau perempuan?

    Siapa kira – kira namanya?



    Strategi Membaca Pemahaman Pada Program Literasi Sekolah
    kelas rendah
    2.Menghubungkan
    Teks dengan dirinya sendiri.

    Apakah kamu pernah membantu Ibu di rumah?
    (2) Teks dengan dunia anak

    Apakah kamu pernah melihat bunga yang berbeda?
    (3) Teks dengan Teks lain
    Apakah kamu pernah membaca buku tentang menyiram bunga/tanaman?

    3. Menduga
    Siswa menggunakan pengetahuan sebelumnya. Siswa berpikir melebihi apa yang tertulis dalam teks.
    Mengapa Nina suka membantu Ibu dirumah?
    Strategi Membaca Pemahaman Pada Program Literasi Sekolah
    contoh gambar yang bisa digunakan dikelas rendah
    4. Memprediksi 
    Menuntut siswa untuk memprediksi tentang apa yang akan terjadi dan mengkonfirmasi prediksi tersebut dalam aktifitas membaca yang dilakukannya?
    Apa yang akan terjadi kemudian?
    Bagaimana cerita selanjutnya?

    5. Mempertanyakan
    Siswa mengajukan pertanyaan – pertanyaan di seputar teks itu agar tetap membaca, menuntun siswa pada bacaan, mengklarifikasi kebingungan dan membuat pemahaman awal.
    Mengapa Nina senang membantu Ibu?

    6. Menyimpulkan
    Strategi ini dapat melalui kegiatan memparafrasakan ide dalam bentuk pernyataan yang ringkas.
    Apa kegemaran Nina?
    Kegiatan apa yang dilakukan Nina untuk menolong Ibu?
    dll

    7. Memvisualisasikan
    Penggambaran dapat dilakukan melalui gambar – gambar dengan kata-kata verbal bergantung pada tujuan.
    Bisakah kalian gambarkan tentang Nina?

    Strategi Membaca Pemahaman Pada Program Literasi Sekolah
    Contoh memvisualisasikan
    Segalanya berawal dari kita sebagai guru dalam mengelola cara mengajar yang baik, agar anak didik kita merasa nyaman dan suasana belajar yang menyenangkan lahir dengan kondisi tersebut maka proses transfer ilmu pengetahuan akan jauh lebih mudah dan menyenangkan.

    Contoh Program Literasi Sekolah Rancangan Seimbang Strategi Pembelajaran

    Contoh program literasi sekolah ini merupakan komponen agar terselenggaranya kegiatan literasi terencana dan sistematis dengan memperhatikan faktor serta kondisi lingkungan sekolah setempat.
    Program literasi yang seimbang didesain dengan memperhatikan beragam strategi pembelajaran, pemilihan bahan sesuai dengan kebutuhan dan guru yang responsif. Keterampilan literasi siswa sangat berpengaruh terhadap pencapaian akademiknya. Semakin baik literasi siswa,akan semakin baik pula pencapaian akademiknya.

    Keterampilan Literasi adalah keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis Keterampilan literasi akan berkembang melalui pembiasaan. Kegiatan yang beragam dapat memotivasi siswa untuk menyenangi literasi.

    Program Literasi Seimbang
    Dengan demikian Bimbingan guru semakin berkurang, siswa membaca dengan mandiri, Guru memberikan bimbingan maksimal

    Merancang Program Literasi di sekolah contoh program literasi sekolah adalah sebagai berikut, hanya sebagai referensi saja bagi bapak/ibu yang ingin menerapkan kegiatan literasi ini di sekolah nya.
    Contoh Program Literasi Sekolah Rancangan Seimbang Strategi Pembelajaran
    Baca juga keterampilan dan strategi literasi sebagai berikut:
    Literasi sangat penting bagi siswa karena keterampilan dalam literasi berpengaruh terhadap keberhasilan belajar mereka dan kehidupannya. Keterampilan literasi yang baik akan membantu siswa dalam memahami teks lisan, tulisan maupun gambar/visual.

    Panduan Atau Tips Menulis Cerita Cepat Untuk Guru

    Dalam penulisan cerita atau membuat cerita bagi seorang guru kebanyakan akan ragu dan cenderung beralasan tidak bisa, langsung bawaan nya mumet bagi seabagian guru yang diminta membuat cerita sendiri dan menuliskannya, suka atau tak suka pada suatu waktu bisa saja Bapak/Ibu diminta membuat cerita sendiri dan menuliskannya apalagi diminta menulis cerita cepat, dengan itu tentunya kita lebih bersiap sedari dini dari tips berikut:
    Apa reaksi anda jika di minta menulis cerita?
    Panduan Atau Tips Menulis Cerita Cepat Untuk Guru
    Itu mungkin bagi sebagian orang, Bapak/Ibu mau seperti ini, atau diminta menuliskan cerita cepat terasa santai saja, karena sejatinya itu mudah....
    Apa reaksi anda jika di minta menulis cerita?
    Panduan Atau Tips Menulis Cerita Cepat Untuk Guru


    Follow Me !
    1. Pikirkan ide cerita
    Lakukan beberapa hal untuk mencari inspirasi ; baca buku-buku favorit anda, perhatikan lingkungan sekitar, mengobrol dengan anak-anak . Lakukan apa yang tepat untuk anda!
    Pilih cerita yang sesuai dengan bakat dan minta anda (fantasi, misteri, aksi, dll)
    Pada cerita anak anda tak harus bersikap realistis. Anda bisa menulis tentang kera yang bisa berbicara, dunia peri yang serba ajaib. Kembangkan imaji!

    2. Kembangkan tokoh cerita yang anda punya.
    Siapa tokoh utamanya?
    Berapa banyak tokoh di dalamnya?
    Siapa tokohnya? Manusia, hewan , fantasi
    Buat gambaran para tokoh cerita dan bagaimana mereka terlibat dalam cerita.

    3. Pastikan gaya penulisan anda sesuai dengan usia sasaran 
    Usia 3 – 5 tahun :
    Tema yang bisa digunakan petualangan ; tersesat dan mencari jalan pulang, berani, berbagi sesuatu, pemaaf,  dll
    Gunakan kalimat sederhana untuk menjelaskan sesuatu.
    Usia 5 – keatas:
    Penggunaan kata – kata sudah mulai lebih kompleks tetapi tetap harus berhati – hati dalam menjelaskannya agar pembaca muda anda tidak frustasi dalam memahaminya.
    Buku bisa cukup panjang (terbaca selama 2 – 3 malam)
    Tema yang bisa digunakan : mengatasi tantangan, memahami alasan baik dalam melakukan sesuatu, dll.

    4. Buatlah gambaran cerita jika di perlukan.
    Kecuali anda menulis untuk tingkat usia sangat muda. Akan lebih bijak jika anda merencanakan baik-baik struktur cerita lebih dulu. Gunakan note ; buat dalam bentuk gambar atau tulis gambaran cerita secara umum. Yang penting anda memiliki pemahaman umum sejak awal, tengah dan akhir cerita.
    Pembagiannya :

    Perkenalkan tokoh cerita dengan penjelasan sifat fisik dan kepribadian, lingkungan mereka dan dengan siapa mereka berhubungan.
    Buat masalah atau konflik. Bisa terjadi antara 2 orang, konflik internal (dengan diri sendiri) atau konflik tokoh utama mengatasi halangan dengan dunia luar.
    Tulislah puncak cerita, dimana dibagian ini tokoh berhadapan langsung dengan sumber konflik.
    Tunjukkan bagaimana para tokoh cerita memecahkan masalah dan apa yang terjadi setelah itu.

    TIPS MENULIS CERITA ANAK
    Gunakan humor saat memungkinkan. Bagi anak – anak usia muda, pusatkan pada hal-hal lucu yang akan membuat pembaca anak maupun dewasa tertawa bersama
    Gunakan kata-kata yang berirama sederhana. Hal ini membuat cerita lebih mudah dan lebih menyenangkan dibaca keras-keras baik oleh anak maupun para orang tua ( mis : fox in socks Dr. Seuss)
    Bila memungkinkan, tunjukkan kepribadian tokoh cerita melalui kata – kata dan perbuatannya bukan pernyataan lemah seperti “santi itu jahat” lebih baik menulis “Santi merebut pensil itu dari Ika dan berkata sekarang pensil ini milikku”.

    Pertimbangkan apakah akan menambahkan gambar atau tidak. Jika anda bisa menggambar, menambahkan karya seni anda sendiri bisa menambah keindahan cerita dan membuatnya lebih mudah diikuti.

    Sebagian besar cerita untuk anak – anak sebaiknya berakhir dengan bahagia ; karena biasaanya anak- anak tidak suka bila tokoh kesayangan mereka mengalami akhir yang buruk. Tapi tidak semua cerita harus berakhir dengan bahagia, akhir sedih pun tapi dikarang dengan baik bisa membantu anak-anak menghadapi beberapa pelajaran hidup yang lebih keras.
    Jelaskan tokoh cerita atau tempat sebaik mungkin agar pembaca berusia muda bisa menggambarkannya dengan cara seperti yang anda inginkan, tetapi jangan membuat penjelasan yang rumit ; ini akan membingungkan anak dan mengalihkan dari cerita itu sendiri.

    Contoh :
    YA : Dia berjalan dengan berani menuju hutan hijau berbau busuk itu dan bersin dengan suara keras.
    JANGAN : Dia berjalan dengan berani menuju bayang – bayang matahari, pepohonan yang menghijau, bau membusuk dari kulit kayu tua yang membusuk dan daun – daun yang menegring. Suara bersinnya mengguncang seantero hutan.
    Dunia yang di gambarkan pada sebagian besar cerita anak adalah cerah, penuh warna dan penuh harapan ; kepribadian tokoh memiliki sikap positif.
    Dari cerita yang anda tulis memiliki hikmah cerita di dalamnya.

    Menulis terus!
    Setelah kata pertama,
    kalimat pertama,
    paragraph pertama,
    Buku pertama
    lanjut terus …
    Jaga semangat! (Ashadi Siregar : Cintaku di Kampus Biru)

    Artikel ini dari
    Syefriani Darnis
    Freelance Writer/Lecturer/
    Early Childhood Edu. Programme Consultant
    syefrianidarnis@yahoo.com


    MKRdezign

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget