Tulisan Terakhir

Arti Homonim, Homograf Dan Homofon Dalam Bahasa Indonesia

Pada pelajaran Bahasa Indonesia tentunya kita mengenal istilah HOMONIM, HOMOGRAF dan HOMOFON tentu kita tidak lupa sebagai guru akan istilah-istilah itu, jika pun dengan adanya artikel ini hanya untuk mereview atau menengok kembali bahkan untuk mengetahui mengkaji lagi maksud istilah tersebut atau lebih bermanfaatnya bagi yang belum mengetahuinya mari kita simak sebagai berikut akan penjelasan istilah tersebut sebagai berikut:

Pengertian Homonim
arti istilah Homonim adalah suatu kata yang memiliki arti/makna yang berbeda akan tetapi lafadh atau ejaannya sama.
Jika lafalnya sama disebut homograf, namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut homofon.
Definisi Homonim Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Homonim adalah kata yang sama lafadh dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan (seperti hak pada hak asasi manusia, dan hak pada hak sepatu).

Pengertian Homograf
Arti Homograf (bahasa Yunani: ὁμός, homós, "sama" dan γράφω, gráphō, "tulis") adalah suatu kata yang sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafadhnya dan maknanya. Dalam bahasa Indonesia,

contoh homograf antara lain adalah "teras" yang dapat bermakna inti kayu atau bagian rumah, dan "apel", yang dapat bermakna buah atau kumpul.

Pengertian Homofon
Arti Homofon (bahasa Yunani: ὁμός, homós, "sama" dan φωνή, phōnḗ , "bunyi") adalah kata yang diucapkan sama dengan kata lain tetapi berbeda dari segi maksud. Perkataan-perkataan yang homofon mungkin dieja dengan serupa atau berbeda;
contoh "buku" (bahan bacaan) dan "buku" (bagian di antara dua ruas);
"massa" (dalam perkataan media massa) dan "masa" (waktu).

Perkataan-perkataan ini adalah serupa dari segi sebutan tetapi mempunyai arti yang berbeda, atau merujuk kepada perkara yang tidak sama.

Homofon merupakan sejenis homonim, meskipun kadang-kala homonim digunakan untuk merujuk hanya kepada homofon yang mempunyai ejaan yang sama tetapi arti yang berlainan. Istilah ini juga digunakan untuk unit-unit yang lebih singkat daripada perkataan, seperti huruf atau beberapa huruf yang disebut sama dengan huruf lain atau kumpulan huruf yang lain.
Homofon adalah istilah yang berlawanan dengan homograf.

Arti Individu,Populasi, Komunitas Dan Ekosistem

Kita tentu pernah mendengar bahkan belajar pada mata pelajaran IPA khususnya tentang Pengertian apa itu Individu, apa itu Populasi, Komunitas serta ekosistem istilah yang artinya cukup familiar kita ketahui bahwa definisi hal tersebut bukan lah barang baru di dunia pendidikan tak terkecuali di Sekolah Dasar dengan ilmu pengetahuan alamnya atau Biologi.

mari kita ingat ulang satu persatu tentang arti istilah diatas dalam bahasa yang sudah didefinisikan dari berbagai Ilmu Pengetahuan.

A. Individu
Individu merupakan organisme tunggal, contohnya : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia.

B. Populasi
populasi  merupakan kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu. contohnya; di sebuah kolam ada ikan, teratai, dll., populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah 2552 batang.

Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Misalnya, tahun 1980 populasi Pinus di Tawangmangu ada 700 batang.  Kemudian pada tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yangberkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi

C. Komunitas
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi. Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya. Contoh komunitas adalah populasi ikan, populasi ganggang dan populasi hewan di sekitarnya membentuk komunitas terumbu karang.

D. Ekosistem
Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem.  Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme). Ekosistem dibagi menjadi 2, yaitu:
  • ekosistem alami 
  • ekosistem buatan. 
ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alami tanpa adanya campur tangan manusia. Ekosistem alami dibedakan menjadi 2, yaitu
  • ekosistem darat 
  • ekosistem perairan. 
Contoh ekosistem darat adalah ekosistem hutan. Contoh ekosistem perairan adalah ekosistem danau, ekosistem rawa dan lain sebagainya.

Sedangkan Ekosistem buatan adalah ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia. Contoh ekosistem buatan adalah ekosistem kolam, ekosistem akuariun, ekosistem kebun dan lain sebagainya. Ekosistem darat yang mencakup daerah luas disebut bioma.

Contohnya adalah bioma hutan hujan tropis, bioma padang rumput, bioma padang pasir dan bioma tundra. Dapat dikatakan juga bahwa bioma terdiri dari ekosistem-ekosistem. Semua ekosistem yang ada di bumi beserta atmosfer yang melingkupinya saling berinteraksi membentuk biosfer atau ekosistem dunia.

Inilah Model-Model Penelitian Tindakan Kelas Dari Para Ahli

Jika kita ingin mengenali ada begitu banyak terdapat Model-Model Penelitian tindakan Kelas, Bapak/Ibu Guru semua tentu sudah banyak pengalaman dari pengalaman tersebut tentu pula adalah jam terbang, dari situlah bermuara hadirnya PTK disajikan guna melahirkan solus-solusi yang kita sudah dapat sebelumnya. Sebelum kita lebih jauh mengetahui Penelitian Tindakan Kelas pada posting ini kami menyajikan model atau Jenis-Jenis Penelitian Tindakan Kelas.

Terdapat beberapa  model PTK yang dapat dikembangkan sesuai masalah yang dihadapi oleh setiap guru. Model-model PTK yang dimaksud diantaranya adalah :

1. Model Kurt Lewin
Model Kurt Lewin merupakan model yang menjadi acuan daripada semua model PTK yang dikembangkan,  lantaran Kurt Lewin adalah orang pertama kali yang memperkenalkan Classrom Actions Research (CAR) atau Penelitian Tindakan Kelas. Model Kurt Lewin menetapkan empat langkah dalam PTK, yaitu :perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observating), dan refleksi (reflecting). 
Inilah Model-Model Penelitian Tindakan Kelas Dari Para Ahli

2. Model Kemmis Mc Targart
Model yang dikemukakan Kemmis & Taggart merupakan pengembangan lebih lanjut dari model Kurt Lewin. Secara mendasar tidak ada perbedaan yang prinsip antara keduanya. Model ini banyak dipakai karena sederhana dan mudah dipahami. Rancangan Kemmis & Taggart dapatmencakup sejumlah siklus, masing-masing terdiri dari tahap-tahap: perencanaan (plan), pelaksanaan dan pengamatan (act & observe), dan refleksi (reflect). Tahapan-tahapan ini berlangsung secara berulang-ulang, sampai tujuan penelitian tercapai.
Inilah Model-Model Penelitian Tindakan Kelas Dari Para Ahli


3. Model John Elliott
Model John Elliot; apabila dibandingkan dua model yang sudah diutarakan di atas, yaitu Model Kurt Lewin dan Kemmis-McTaggart, PTK Model John Elliot ini tampak lebih detail dan rinci. Dikatakan demikian, oleh karena di dalam setiap siklus dimungkinkan terdiri dari beberapa aksi yaitu antara 3-5 aksi (tindakan).Sementara itu, setiap aksi kemungkinan terdiri dari beberapa langkah, yang terealisasi dalam bentuk kegiatan belajar-mengajar. Maksud disusunnya secara terinci pada PTK Model John Elliot ini, supaya terdapat kelancaran yang lebih tinggi antara taraf-taraf di dalam pelaksanan aksi atau proses belajar-mengajar. Selanjutnya, dijelaskan pula olehnya bahwa terincinya setiap aksi atau tindakan sehingga menjadi beberapa langkah oleh karena suatu pelajaran terdiri dari beberapa subpokok bahasan atau materi pelajaran. Di dalam kenyataan praktik di lapangan setiap pokok bahasan biasanya tidak akan dapat diselesaikan dalam satu langkah, tetapi akan diselesaikan dalam beberapa tahap itulah yang menyebabkan John Elliot menyusun model PTK yang berbeda secara skematis dengan kedua model sebelumnya
Inilah Model-Model Penelitian Tindakan Kelas Dari Para Ahli


4. Model Dave Ebbut
Model PTK yang digambarkan oleh Ebbutt menunjukkan bentuk alur kegiatan penelitian. Dimulai dengan pemikiran awal penelitian yang berupa pemikiran tentang masalah yang dihadapi di dalam kelas, penentuanfokus permasalahan berada pada bagian ini. Dari pemikiran awal dilanjutkan dengan pemantauan (reconnaissance), pada bagian pemantauan ini Ebbutt berpendapat berbeda dengan penafsiran Elliot mengenai pemantauannya Kemmis, yang seakan-akan hanya berkaitan dengan penemuan fakta saja(fact finding only).Padahal, menurut Ebbutt pemantauan mencakup kegiatan-kegiatandiskusi, negosiasi, menyelidiki kesempatan, mengakses kemungkinan dan kendala ataumencakup secara keseluruhan analisis yang dilakukan.Berdasarkan pemikiran awal dan pemantauan kemudian dilanjutkan dengan menyusun perencanaan dan berturut-turut dengan kegiatan pelaksanaan tindakan yang pertama, pengawasandan pelaksanaan pemantauan, dan melanjutkan pelaksanaan tindakan kedua. Pada siklus yang digambarkan oleh Ebbutt, dia memberikan pemikiran bahwa jika dalam pelaksanaan dan pemantauan setelah tindakan ada masalah mendasar yang dialami, maka perlu perubahan perencanaan dan kembali melaksanakan bagian siklus tertentu yang telah dijalani.
Inilah Model-Model Penelitian Tindakan Kelas Dari Para Ahli

5. Model Hopkins
Desain ini berpijak pada desain model PTK pendahulunya. Selanjutnya
Hopkins (2011) menyususun desain tersendiri sebagai berikut:
mengambil start – audit – perencanaan konstruk – perencanaan tindakan
(target, tugas, kriteria keberhasilan) – implementasi dan evaluasi: implementasi (menopang komitmen: cek kemajuan; mengatasi problem) – cek hasil – pengambilan stok – audit dan pelaporan.
Sumber: Sukayati.( 2008) Penelitian Tindakan Kelas, Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika,Rofi’udin, A. H. 1996. Rancangan Penelitian Tindakan.

Mekanisme Penerbitan Usul NUPTK Baru Oleh PDSP
Sebelum membahas lebih jauh tentang cara usul NUPTK atau Nomor Unik Pendidik Dan Tenaga Kependidikan ada baiknya kita lebih awal mengenal sistem pendataan kemdikbud yang sangat dikenal didunia pendidikan yaitu Dapodik. Data Dapodik merupakan salah satu cara untuk usul NUPTK Baru

DAPODIK adalah suatu konsep pengelolaan Data Pendidikan yang bersifat Individual, Relational dan Longitudinal, sehingga program-program pembangunan pendidikan dapat terarah dan akan mempermundah dalam menyusun perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan pendidikan dalam rangka peningkatan Mutu Pendidikan yang Merata dan Tepat Sasaran.

Acuan pembangunan pendidikan nasional  adalah terpenuhinya SPM dan SNP dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. begitu info yang kami dapatkan dari Workshop pendataan dapodikmen tahun 2015 di Kota Bandung.

Penerbitan  NUPTK secara resmi oleh PDSP atau pusat data statistik pendidikan menyangkut Permendikbud Nomor  1 Tahun 2012 :  Tentang Tugas Dan Fungsi Pusat  Data Dan Statistik Pendidikan Sebagai Pengelola Data.

MEKANISME PENERBITAN NUPTK OLEH PDSP
Saat ini:
Menurut INMENDIKBUD No. 2 Tahun 2011, PDSP diamanahkan membuat Referensi Pendidikan termasuk referensi PTK dengan format : 1 PTK dengan 1 NUPTK dengan 1 NPSN (sekolah induk);

Berdasarkan Rapat antara Kemendikbud dengan DPP PGRI di Ruang Sidang Kemendikbud pada bulan Mei 2013, diputuskan oleh Mendikbud agar Kepala BPSDMP-PMP mengaktifkan kembali SIM-NUPTK.

Aspek Membaca Permulaan Di Kelas Rendah

Membaca dikelas rendah menjadi struktur materi UKG Bagi guru SD Kelas Rendah, tentunya dengan kisi-kisi UKG yang telah terbit menjadikan kita penuh persiapan menyikap tentang aspek membaca di kelas rendah itu seperti apa dalam berbagai pembahasan kami padukan disini dari berbagai uraian soal UKG kami akan bahas Kompetensi Dasar ini.

KD 1.1.2 Aspek Membaca di kelas rendah Tahapan proses belajar membaca bagi siswa sekolah dasar kelas awal biasanya menggunakan metode membaca
a.Ejaan per ejaan
b.Skimming
c.Permulaan
d.Cepat

Uraian:
Metode membaca permulaan :
  • 1) Metode Eja/alfabet
  • 2) Metode Bunyi
  • 3) Metode Suku Kata
  • 4) Metode Kata
  • 5) Metode Global
  • 6) Metode SAS
KD 1.1.2 Aspek Membaca di kelas rendah Kelebihan membaca permulaan adalah sebagai berikut ...
a. Mempunyai nilai strategis bagi pengembangan kepribadian dan kemampuan siswa.
b.Meningkatkan nilai siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia
c. Meningkatkan kemandirian siswa dalam membaca
d. Mempermudah menghafal kata-kata

Uraian:
Kelebihan membaca permulaan :
  • Dapat memperoleh informasi secara tepat dan lengkap. 
  • Mempunyai nilai strategis bagi pengembangan kepribadian dan kemampuan siswa. 
  • Membaca permulaan juga dapat mengembangkan nilai-nilai moral, kemampuan bernalar dan kreatifitas seseorang. Kekurangan membaca permulaan 
  • Kemampuan membaca pada umumnya lebih rendah. 
  • Menghambat kemampuan untuk memahami kalimat atau cerita.
  •  Mengalami kesulitan menjawab mengenai isi cerita karena kesibukan siswa mengeja dan menyuarakan huruf-huruf. 
  • Kecepatan membaca dan pemahaman siswa sangat rendah.
KD 1.1.2 Aspek Membaca di kelas rendah Metode yang merupakan penyempurnaan metode alphabet dengan mengajarkan bunyi-bunyi bahasa sebagai pengganti huruf-huruf berdasarkan ucapan hurufnya adalah metode membaca permulaan ..
a. Metode Suku Kata
b. Metode Kata-kata
c. Metode Cerita
d. Metode Suara
Uraian:

Teknik Membaca Permulaan :
1) Metode Alfabet Metode ini sering disebut metode harfiah, Metode “letter by letter method” atau “ABC method”. Mula-mula dikenalkan abjad dari A sampai Z. Setelah hafal beberapa huruf barulah huruf-huruf tersebut dirangkai menjadi suku kata. Suku kata-suku kata tersebut setelah dikenalkan barulah dirangkai menjadi kata. Dengan modal, beberapa kata itu,terciptalah kalimat.

2) Metode Suara Metode  suara juga disebut :”Phonic Method”. Metode ini merupakan penyempurnaan metode alphabet. Pada metode ini bukan abjadnya yang di ajarkan, melainkan bunyi-bunyi bahasa sebagai pengganti huruf-huruf tersebut.Ucapan huruf-huruf tidak berdasarkan atas bunyi abjadnya melainkan ucapan hurufnya.

3) Metode Suku Kata Metode ini biasa juga disebut :”Syllabic Method”. Dalam metode ini suku kata merupakan kunci pokok dalam membuat kata. Metode suku kata sebenarnya suatu metode pengajaran membaca permulaan yang di dasarkan atas kata-kata dianalisis menjadi suku kata-suku kata.Suku kata suku kata tersebut di intesiskan kembali menjadi kata-kata.

 4) Metode Kata-kata Pelaksanaan metode ini selalu di awali dengan kata-kata tertulis : da – da, gi – gi, ku – ku dan lain-lain. Setelah kata-kata itu dikenalkan, kata-kata tersebut dianalisis atas suku katanya. Selanjitnya suku kata itu di analisis lagi atas huruf-hurufnya. Barulah huruf-huruf itu digabungkan kembali dalam bentuk kata semula.

5) Metode Cerita Pelaksanaan metode cerita dalam mengajarkan membaca permulaan diawali dengan menghafalkan cerita atau sebuah puisi. Cerita atau puisi itu diuraikan atas kalimat-kalimtnya sampai pada kata-katanya. Dalam mengucapkan kata0kata metode ini menggunakan kata-kata fonetik.

6) Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) Adapun contoh pelaksanaan metode SAS sebagai berikut : Mula-mula diberikan kalimat secara keseluruhan. Kalimat itu diuraikan atas kata-kata yang mendukungnya. Dari kata-kata itu kita ceraikan atas suku-suku katanya dan akhirnya atas huruf-hurufnya. Kemidian huruf-huruf itu kita sintetiskan kembali menjadi suku kata, suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat.

Merancang Aktivitas Pembelajaran Berdasarkan Prinsip Dan Teori Pembelajaran Matematika

Pembahasan kisi-kisi UKG SD kali ini kita berfokus pada mata pelajaran matematika saat ini dalam kompetensi dasar yang sering terdengar dan bahasanya tak asing bagi seorang guru yaitu
Merancang aktivitas pembelajaran berdasarkan prinsip dan teori pembelajaran matematika Dalam tahap ini penyajian yang dilakukan melalui tindakan anak secara langsung terlihat dalam memanipulasi (mengotak atik)objek. Proses tersebut menurut Bruner dikategorikan ke dalam model ..
  • a. Tahap Enaktif
  • b .Tahap Ikonik
  • c. Tahap Simbolik
  • d. Tahap Implikatif
1. Model Tahap Enaktif
Dalam tahap ini penyajian yang dilakukan melalui tindakan anak secara langsung terlihat dalam memanipulasi (mengotak atik)objek. Contoh : Budi mempunyai 2 pensil, kemudian ibunya memberikannya lagi 3 pinsil. Berapa banyak pensil Budi sekarang ?

2. Model Tahap Ikonik
Dalam tahap ini kegiatan penyajian dilakukan berdasarkan pada pikiran internal dimana pengetahuan disajikan melalui serangkaian gambar-gambar atau grafik yang dilakukan anak, berhubungan dengan mental yang merupakan gambaran dari objek-objek yang dimanipulasinya.

3. Model Tahap Simbolik
Dalam tahap ini bahasa adalah pola dasar simbolik, anak memanipulasi Simbol-simbol atau lambang-lambang objek tertentu. Contoh : 2 pensil + 3 pensil = … pensil

Kd 3.1.1 Merancang aktivitas pembelajaran berdasarkan prinsip dan teori pembelajaran matematika Objek belajar matematika dibagi kedalam Objek Langsung dan Objek Tak Langsung.
Hal tersebut adalah teori belajar Matematika menurut ...
a. Robert M. Gagne
b. Jerome S. Burner
c. Thorndike
d. Skinner

Uraian:
Teori yang diperkenalkan Robert M.Gagne pada tahun 1960-an pembelajaran harus dikondisikan untuk memunculkan respons yang diharapkan.Menurut Gagne (dalam Ismail 1998), belajar matematika terdiri dari objek langsung dan objek tak langsung.

Kd 3.1.1 Merancang aktivitas pembelajaran berdasarkan prinsip dan teori pembelajaran matematika Perhatikan contoh berikut. penjumlahan bilangan positif dan negatif siswa mencoba sendiri dengan menggunakan garis bilangan. Contoh tersebut dikemukakan Bruner dalam Teorema Pembelajaran Matematika ...
a. Penyusunan
b. Notasi
c. Pengkontrasan dan Keanekaragaman
d. Pengaitan

Uraian:
Berdasarkan hasil pengamatannya, Brunner merumuskan 5 teorema dalam pembelajaran matematika, yaitu :
1) Teorema Penyusunan
Menerangkan bahwa cara yang terbaik memulai belajar suatu konsep matematika, dalil, defenisi, dan semacamnya adalah dengan cara menyusun penyajiannya. Misalnya dalam mempelajari penjumlahan bilangan positif dan negatif siswa mencoba sendiri dengan menggunakan garis bilangan

2) Teorema Notasi
Menerangkan bahwa dalam pengajaran suatu konsep, penggunaan notasi-notasi matematika harus diberikan secara bertahap, dari yang sederhana ke yang lebih kompleks.

3) Teorema Pengkontrasan dan Keanekaragaman
Menerangkan bahwa pengontrasan dan keanekaragaman sangat penting dalam melakukan pengubahan konsep matematika dari yang konkrit ke yang lebih abstrak. Dalam hal ini diperlukan banyak contoh. Contoh yang diberikan harus sesuai dengan rumusan yang diberikan. Misalnya menjelaskan persegi panjang, disertai juga kemungkinan jajaran genjang dan segi empat lainnya selain persegi panjnag. Dengan demikian siswa dapat membedakan apakah segi empat yang diberikan padanya termasuk persegi panjang atau tidak.

4) Teorema Pengaitan
Menerangkan bahwa dalam matematika terdapat hubungan yang berkaitan antara satu konsep dengan konsep yang lain. Di mana materi yang satu merupakan prasyarat yang harus diketahui untuk mempelajari materi yang lain.

Kd 3.1.1 Merancang aktivitas pembelajaran berdasarkan prinsip dan teori pembelajaran matematika Tahap pembelajaran Matematika menurut Van Halle adalah sebagai berikut, kecuali ..
a. Tahap Pengenalan
b .Tahap Pengurutan
c. Tahap Analisis
d. Tahap Penyimpulan

Uraian:
Van Halle menyatakan bahwa terdapat 5 tahap belajar siswa dalam belajar geometri, yaitu :
a. Tahap Pengenalan
Pada tahap ini siswa mulai belajar mengenal suatu bangun geometri secara keseluruhan namun belum mampu mengetahui adanya sifat-sifat dari bangun geometri yang dilihatnya.

b. Tahap Analisis
Pada tahap ini siswa sudah mulai mengenal sifat-sifat yang dimiliki bangun geometri yang diamatinya.

c. Tahap Pengurutan
Pada tahap ini siswa sudah mengenal dan memahami sifat-sifat suatu bangun geometri serta sudah dapat mengurutkan bangun-bangun geometri yang satu sama yang lainnya saling berhubungan.

d. Tahap Deduksi
Pada tahap ini siswa telah mampu menarik kesimpulan secara deduktif, yaitu menarik kesimpulan yang bersifat umum dan menuju ke hal yang bersifat khusus serta dapat mengambil kesimpulan.

e. Tahap Akurasi
Pada tahap ini siswa mulai menyadari pentingnya ketepatan prinsip-prinsip dasar yang melandasi suatu pembuktian. Tahap berfikir ini merupakan tahap berfikir yang paling tinggi, rumit, dan kompleks, karena di luar jangkauan usia anak-anak SD sampai tingkat SMP

Qualified Teachers (Pendidikan Guru di Indonesia)
Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menyediakan anggaran untuk peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik bagi guru dalam jabatan yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

(1) Pemerintah mulai melaksanakan program sertifikasi pendidik paling lama dalam waktu 12 (dua belas) bulan terhitung sejak berlakunya Undang-Undang ini.

(2) Guru yang belum memiliki kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud pada Undang-Undang ini wajib memenuhi kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik paling lama 10 (sepuluh) tahun sejak berlakunya Undang-Undang ini.

Guru dalam Jabatan Adalah guru Yang diangkat SEBELUM berlakunya Undang-Undang No 14/2005 Yang Belum memenui Syarat sebagaimana tercantum padal Pasal 8

(1) Pemerintah Mulai melaksanakan Program sertifikasi Pendidik pagar lama hearts Waktu 12 (dua belas) bulan terhitung sejak berlakunya Undang-Undang ini Label.

(2) Guru Yang Belum memiliki kualifikasi akademik Dan Sertifikat Pendidik sebagaimana dimaksud PADA Undang-Undang Suami wajib memenuhi kualifikasi akademik Dan Sertifikat Pendidik pagar lama 10 (Sepuluh) Tahun sejak berlakunya Undang-Undang ini Label.

Berkualitas Guru (Pendidikan Guru di Indonesia)
Guru Profesional
Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, Kompetensi, Sertifikat Pendidik, sehat jasmani rohani Dan, Serta memiliki kemampuan untuk review mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pasal 8 UU14 / 2005 Guru & Dosen

Kompetensi
Kompetensi meliputi pedagogik Kompetensi, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi sosial, Dan Kompetensi profesional Yang TIMAH melalui Pendidikan Profesi
Pasal 10 UU14 / 2005 Guru & Dosen

Sertifikat Pendidikan
(1) Sertifikat Pendidik diberikan Kepada Guru Yang Telah memenuhi persyaratan.
(2) Sertifikasi Pendidik diselenggarakan Diposkan Perguruan Tinggi Yang Program memiliki Pengadaan Tenaga kependidikan Yang Terakreditasi Dan Diposkan ditetapkan Pemerintah.
(3) Sertifikasi Pendidik dilaksanakan SECARA Objektif, transparan, akuntabel Dan.
Pasal 11 UU14 / 2005 Guru & Dosen

Kualifikasi Akademik
Kualifikasi akademik TIMAH melalui Pendidikan Tinggi Program Program sarjana diploma empat dalam ATAU
Pasal 9 UU14 / 2005 Guru & Dosen

Hak Pemilik Sertifikat
SETIAP orangutan Yang Telah memperoleh Sertifikat Pendidik memiliki kesempatan Yang sama untuk review diangkat Menjadi guru PADA Satuan Pendidikan Tertentu
Pasal 12 UU14 / 2005 Guru & Dosen
Standar Pendidikan Guru Terhitung  sejak 30 Desember  2005
Qualified Teachers (Pendidikan Guru di Indonesia)
Guru Profesional
Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.  Pasal 8 UU14/2005 Guru & Dosen

Kompetensi
Kompetensi meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi
Pasal 10 UU14/2005 Guru & Dosen

Sertifikat Pendidikan
(1)  Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan.
(2)  Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah.
(3)  Sertifikasi pendidik dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel.
Pasal 11 UU14/2005 Guru & Dosen

Kualifikasi Akademik
Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat
Pasal 9 UU14/2005 Guru & Dosen

Hak Pemilik Sertifikat
Setiap orang yang telah memperoleh sertifikat pendidik memiliki kesempatan yang sama untuk diangkat menjadi guru pada satuan pendidikan tertentu
Pasal 12 UU14/2005 Guru & Dosen

Pendidikan Profesi
Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Penjelasan Pasal 15 UU20/2003 Sisdiknas

Guru yang diangkat sampai 2005 berstatus sebagai Guru Tidak Tetap (GTT). Untuk menjadi guru tetap harus diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (Yayasan atau Pemda)

Guru yang diangkat pada tanggal 1 Januari 2006 atau setelah itu disertifikasi melalui program PPG yang  dibiayai  sendiri oleh guru yang bersangkutan  atau program afirmasi dibiayai Pemerintah/pemerintah daerah/Yayasan

Sumber Presentasi
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Bandung, November 2015



Inilah Hasil UKA-UKG Dan Passing Grade Tiap Tahun Nya

Berbicara UKG atau Uji kompetensi Guru lebih baik dan lebih masif nya kita perhatikan hasil UKG dan target pencapaian atau grade target kemdikbud pada tiap tahunnya yang sudah di mulai, untuk itu dalam PKB posting yang lalu bagaimana kita memaksimalkan fungsi e-PKB Guru Untuk Belajar Mandiri . Beranjak dari hal tersebut guna mengetahui dan masa depan target Kemdikbud dalam hal ini Ditjen GTK dan mengambil referensi data yang lalu terkait Hasil UKG, Lihat data yang kami lansir dari Kemdikbud ini.
Inilah Hasil UKA-UKG Dan Passing Grade Tiap Tahun Nya
Hanya 192 orang dari total 1.611.251 orang guru yang memiliki skor 90-100. Lebih dari 1.3 juta orang guru memiliki skor dibawah 60 dari total skor 100.

Bisa diambil referensi begitu jauh standar yang ideal Guru-Guru Kita dalam grade UKG yang ditetapkan dan bertolak dengan hasil yang ada pada tahun sebelumnya. dan tak ada kata lain selain bagi para pendidik ini terus meningkatkan kompetensi masing-masing.

Passing Grade Uji Kompetensi Guru terus mengalami peningkatan dari tahun-ke tahun dalam Roadmap yang dijabarkan Ditjen GTK Kemdikbud, kita ambil saja data dari presentasi simposium yang lalu akan grade item yang di sebutkan pada tahun ke tahun sebagai berikut:
Passing Grade UKG Dari Tahun Ke Tahun

Base Line Tahun 2014 = 4.7
Target Tahun 2015 = 5.5
Target Tahun 2016 = 6.5
Target Tahun 2017 = 7.0
Target Tahun 2018 = 8.0

Hingga jika kita ambil kesimpulannnya adalah sebagai berikut:
Peningkatan Nilai Rata-Rata  Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Mencapai 8.0

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget